Pada tanggal 18 November 2019, dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Kampus UPI di Serang. Hari pahlawan itu sendiri jatuh pada tanggal 10 November. 10 November 1945 merupakan pertempuran antara arek-arek Surabaya dengan tentara Belanda. Peristiwa itu bermula dari kedatangan Tentara Sekutu ke Surabaya pada Oktober 1945 yang dipimpin oleh Jenderal Mallaby. Mereka melakukan aksi seremonial dengan berjalan ke berbagai sudut kota untuk melihat situasi. Akan tetapi, pada 30 Oktober 1945, perwira kerajaan Inggris itu tewas akibat mobil yang ditumpanginya hangus terbakar. Mengenai penyebab tewasnya Jenderal Mallaby, hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Beberapa sumber menyebutkan Mallaby tewas setelah aksi tembak menembak terhadap penduduk Surabaya. Sumber lain mengatakan bahwa ia terbunuh akibar granat dari anak buahnya yang berusaha melindungi. Namun, granat itu melesat dan terkena mobil Mallaby, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com (10/11/2018). Terbunuhnya Mallaby itu pun memantik kemarahan dari tentara Sekutu. Tepat pada 9 November 1945, tentara sekutu mengeluarkan ultimatum kepada warga Surabaya melalui selebaran kertas. Ultimatum tersebut berisi tuntutan agar warga Surabaya menyerahkan semua senjata kepada tentara Sekutu sebelum jam 06.00 pagi hari berikutnya, 10 November 1945. Namun, warga Surabaya menolak tuntutan itu. Pertempuran antara kedua pihak pun tak terelakkan. Pertempuran yang berlangsung lebih dari tiga minggu itu memakan ribuan korban jiwa di pihak Indonesia, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com (9/11/2019).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sejak 1958, 10 November Ditetapkan sebagai Hari Pahlawan”, https://www.kompas.com/tren/read/2019/11/10/061600865/sejak-1958-10-november-ditetapkan-sebagai-hari-pahlawan?page=all.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto


