
Masa pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 membuat berbagai bidang mau tidak mau mengalami perubahan. Perubahan tersebut terjadi karena setiap individu wajib mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19. Bersamaan dengan hal tersebut bidang pendidikan yang dalam aktivitasnya melakukan tatap muka harus merubah menjadi sistem daring.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai perguruan tinggi negeri pun melakukan hal yang sama demi mematuhi kebijakan protokol tersebut. Universitas Pendidikan Indonesia menerapkan pembelajaran sistem dalam jaringan (daring) untuk proses belajar mengajar. Agar memberi pengetahuan terkait Biosistematika khususnya Analisis Data Molekuler, Program Studi Sistem Informasi Kelautan melakukan perkuliahan sistem daring dengan mendatangkan dosen tamu pada hari Rabu, 23 Februari, 2 dan 9 Maret 2022. Dosen tamu tersebut adalah Mutia Ramadhaniaty, M.Si. seorang Dosen Ilmu Kelautan Universitas Syiah Kuala.
Dihadirkannya dosen tamu tersebut bertujuan agar perkuliahan yang merupakan proses bertukar pikiran dan wawasan antara dosen dan mahasiswa dapat berlangsung serta dapat meningkat. Perkuliahan yang berlangsung menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Dalam pertemuannya Mutia Ramadhaniaty, M.Si. membahas mengenai Biosistematika dengan lebih terperinci lagi yaitu “Teknik Pengambilan Sampel Jaringan, Metode Analisis Laboratorium Molekular, dan Analisisis Data Molekular.”
Pada pembahasan Teknik Pengambilan Sampel Jaringan, Mutia Ramadhaniaty menjelaskan bahwa dalam mengerjakan analisis genetik, harus memperhatikan cara dan langkah penanganan sampel yang akan di uji. Baik penanganan sampel dilapangan maupun di laboratorium. Penanganan sampel di lapangan haruslah sesuai dengan SOP yang benar untuk menghindari kesalahan pengambilan sampel jaringan.
Kemudian, pada pembahasan Metode Analisis Laboratorium Molekular, dijelaskan bahwa ekstraksi DNA adalah proses mengisolasi DNA Target (Lokus target) Isolasi DNA adalah proses pemurnian DNA dari berbagai sumber (ekstraksi atau lisis) biasanya
dilakukan dengan homogenasi dan penambahan buffer ekstraksi atau buffer lisis untuk mencegah DNA rusak.
Terakhir, Mutia Ramadhaniaty menjelaskan bahwa Analisis data molekular dapat menggunakan perangkat lunak yaitu Arlequin. Arlequin adalah perangkat lunak yang menyediakan genetika populasi rata-rata dengan metode dasar yang cukup besar dan dapat diuji secara statistik, dengan maksud untuk menyaring informasi pada genetik dan demografi dari kumpulan sampel populasi.
Dengan hadirnya dosen tamu ini, menambah pengetahuan mahasiswa terkait Biosistematika dan medapakan gambaran bagaimana menganalisisis data molekular. [HMS]


