Mahasiswa Sistem Informasi Kelautan angkatan 2021 yang bernama Agha Ahza Effendy, berhasil lolos menjadi finalis Duta Mangrove yang diselenggarakan oleh MangroveJakarta.id. Acara ini diselenggarakan dengan inisiatif penyelenggara yang memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove. Agha mengatakan bahwa informasi ini ia dapatkan langsung dari akun Instagram milik MangroveJakarta.id yang di share ulang oleh lulusan Sistem Informasi Kelautan. Agha mengikuti kegiatan ini karena menyadari pentingnya peran generasi Z sebagai influencer dalam mengatasi perubahan iklim. dan Motivasi utamanya adalah ingin menjadi juru bicara mangrove, mengingat peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Agha menjalani banyak perjuangan hingga ia bisa sampai pada titik menjadi seorang Grandfinalis, mulai dari tahap awal yang melibatkan seleksi administrasi dari seluruh pendaftar hingga menyisakan 60 pendaftar. kemudian diseleksi menjadi top 45 besar, tahap selanjutnya para peserta akan disuruh untuk membuat video “a day in my life” dan diseleksi melalui media sosial, khususnya Instagram. Selanjutnya, pad top 30 besar, tahap riset proyek, di mana peserta diberikan topik untuk dianalisis dengan mengacu pada jurnal-jurnal, dan hasilnya dipresentasikan di depan juri. Hingga sampailah pada top 20 besar menjadi seorang finalis. Menurut Agha, kegiatan ini nanti diadakan di Jakarta di tanggal yang masih belum diinformasikan.
Dalam pengalamannya, Agha merasa senang bisa bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki pengalaman luar biasa. Dari kompetisi ini, ia memperoleh wawasan dan pengalaman baru yang berharga. Harapannya adalah menjadi duta mangrove tahun 2024 dan berkontribusi lebih lanjut untuk mempopulerkan peran penting mangrove dalam menjaga lingkungan. Ia juga berharap agar semakin banyak generasi muda terinspirasi untuk mendaftar dan mengambil bagian dalam kompetisi serupa di masa depan. Semoga harapan dari Agha dapat terlaksana, dan Agha menjadi juara saat proses grand final di Jakarta nanti, dan dapat mengharumkan nama Sistem Informasi Kelautan.




