Publish or Perish: Kegiatan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Kelautan

Pada hari sabtu, 10 Juli 2021 telah dilaksanakan acara MATAKA yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Kelautan (HIMATASKA)  Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang. Acara tersebut dikhususkan untuk mahasiswa Sistem Informasi Kelautan. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 55 orang.  Adapun judul yang diangkat adalah Publish or Perish. Pemateri yang dihadirkan pada kegiatan ini adalah bapak Drs. H. Herli Salim M.Ed, Ph. D (Direktur Kampus UPI di Serang), Moderator Farkhatus Sholikhah, serta MC Muhammad Fadhiilah.

Publish  memiliki arti mempublikasikan, sedangkan perish memiliki arti binasa. Publish or Perish diambil dengan tujuan memberikan informasi terkait bagaimana cara atau strategi yang tepat dalam penyusunan karya tulis agar karya tulis yang dibuat dapat diterima baik dalam jurnal atau prosiding dan lain sebagainya.

Acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan semangat dan strategi yang tepat dalam penulisan karya tulis ilmiah. Beberapa point yang disampaikan oleh pemateri yaitu bapak Drs. H. Herli Salim M.Ed, Ph. D. diantaranya:
1) Manfaat Publikasi; menjadi suatu pengembangan diri dan prestasi bagi mahasiswa karena karya tulis yang dihasilkan telah berhasil dipublikasikan.
2) pentingnya publikasi; sebagai suatu penghargaan untuk karya dan ilmu yang dimiliki, menjadi tantangan bagi diri sendiri, sebagai dokumentasi atas apa yang telah dicapai, kreativitas dapat dituangkan dalam tulisan, melatih untuk berpikir ilmiah dengan teliti dan terstruktur.
3) Struktur; adapun struktur yang pada umumnya ada pada karya tulis yaitu identitas, abstrak, keywords, pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka.
4) Penolakan artikel ilmiah; beberapa penyebab adanya penolakan pada artikel ilmiah diantaranya tidak memenuhi kriteria jurnal yang dituju, tidak sesuai antara topik yang dipilih dengan jurnal yang ditujukan, plagiarisme yang tinggi, kualitas analisis kurang kuat, tidak adanya kebaruan dalam artikel yang ditulis, serta gaya bahasa yang kurang terstruktur.
5) Strategi; beberapa strategi agar artikel ilmiah yang ditulis dapat diterima oleh jurnal yang dituju ialah skema yang dipilih cocok atau sesuai, kesesuaian template pada jurnal harus diperhatikan,
similarity atau angka plagiarisme kurang dari 30%, meminta saran terkait metode yang sesuai dengan topik yang dipilih pada ahlinya, memahami analisis data, mencari sesuatu yang baru atau yang belum pernah diteliti, perbanyak latihan dan referensi.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi pertanyaan atau diskusi yang diawali oleh Dhea yang menanyakan terkait kebaruan inovasi. Maksud dari kebaruan inovasi yaitu seperti aplikasi facebook yang selalu mengeluarkan produk-produk baru agar penggunanya tidak berkurang, sama hal nya dalam karya ilmiah juga harus ada inovasi atau penelitian baru agar lebih banyak topik dan pembahasan baru. Selanjutnya ada pertanyaan kedua dari Lukman yang menanyakan cara mengatasi pusing ketika penyusunan karya ilmiah. Cara mengatasi hal tersebut bisa dilakukan dengan memperhatikan asupan makanan, pembiasaan atau terbiasa dalam latihan yang berulang-ulang, tubuh juga membutuhkan istirahat yang cukup, dan membutuhkan teman untuk bertukar pendapat atau mengurangi stress. Untuk pertanyaan terakhir oleh Dhea, mempertanyakan terkait pendapat tentang isu skripsi yang digantikan dengan publikasi karya ilmiah pada jurnal yang terakreditasi. Memang pernah ada pembahasan terkait isu tersebut dan memang dapat terjadi, akan tetapi belum ada regulasi yang mempertegas bahwa skripsi dapat digantikan oleh publikasi pada jurnal terakreditasi.

Pada kali ini diadakan sesi ice breaking tebak judul, peserta yang berhasil menebak dengan benar akan mendapatkan doorprize tertentu. Kemudian di akhir acara ditutup dengan penyampaian kegiatan lomba-lomba yang dapat diikuti oleh mahasiswa dan lomba tersebut akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Setelah penyampaian lomba ada juga penyampaian call for paper atau informasi terkait publikasi karya ilmiah, dengan tujuan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa dapat dipublikasikan pada jurnal-jurnal terakreditasi.

Acara MATAKA kali ini berlangsung sekitar 2 jam lebih dengan peserta yang aktif bertanya agar informasi yang didapat menjadi lebih jelas atau lebih dipahami. Selain itu adanya ice breaking menjadi ajang keakraban bagi peserta pada kegiatan kali ini. [Humas SIK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

|

Kontak

Pengunjung

Flag Counter

Hubungi Kami

©2022 Sistem Informasi Kelautan UPI
All Right Reserved.