MENGANGKAT TOPIK PSKS, HIMATASKA MELAKUKAN SIMULASI TURUN AKSI

UPI Serang – Salah satu pematerian Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) Sistem Informasi Kelautan (SIK) Angkatan 2022 adalah Sejarah Pergerakan Mahasiswa dan Manajemen Aksi (SPM MA). Maka bentuk pengimplementasian dari materi tersebut adalah simulasi turun aksi untuk peserta LKM yang terdiri dari Mahasiswa SIK angkatan 2022.

Kegiatan simulasi ini diawali dengan pematerian mengenai SPM MA dan dilanjut dengan kegiatan konsolidasi. Konsolidasi bertujuan untuk menyatukan pikiran terhadap topik atau isu yang akan diangkat. Berdasarkan hasil dari konsolidasi dihasilkan isu mengenai Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual. Selanjutnya para masa aksi membuat propaganda sesuai dengan isu yang akan diangkat diesok hari pada hari Minggu (6/11/2022).

Kegiatan simulasi aksi ini diikuti oleh sekitar 120 masa yang terdiri dari peserta maupun panitia LKM 2022.

Tujuan diadakannya simulasi aksi ini dijelaskan oleh Ketua Badan Eksekutif HIMATASKA, Afrizal Dzikrilah yang mengharapkan bahwasannya mahasiswa dapat menjadi pemimpin saat mereka menghadapi aksi sesungguhnya sehingga dapat bertindak secara objektif, tidak mudah terprovokasi dan ditunggangi pihak tertentu serta semangat dalam menyambung lidah masyarakat disertai rasa penuh tanggung jawab.

“Kita mengangkat isu PSKS berdasarkan hasil keresahan mahasiswa SIK pada saat konsolidasi, Saya rasa kita harus tergerak atas dasar kemanusiaan dan kemahasiswaan saat kampus yang mana tempat suci sebagai wadah pendidikan dan pengetahuan dibiarkan dengan adanya tindakan keji dan amoral.”  Tutur Afrizal saat diwawancarai oleh salah satu jurnalis UPI Serang.

Kegiatan turun aksi ini dimulai dengan berjalan kaki para masa aksi dari depan SD Lab School UPI Serang menuju depan Lembaga UPI Serang dengan menyerukan lagu Mars Mahasiswa dan Buruh Tani dengan memamerkan berbagai propaganda terkait isu PSKS. Selanjutnya kegiatan diisi dengan penyampaian orasi oleh peserta LKM yang menyerukan terkait isu isu dari PSKS itu sendiri.

“Sangat excited karena kita jadi mengetahui mengenai gambaran aksi demo bagaimana, apa yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan sebelum turun aksi. Saya pun sebagai orator jadi bisa menyampaikan pendapat saya mengenai isu-isu terkait” Ungkap Lukman selaku orator.

“Sedikit nerveous mengenai teori dan implementasiya karena sebelumnya saya sudah mempersiapkan bagaimana nanti pas demonstrasi ada teman yang kesusahan ataupun sakit, dll. Namun saat take actionnya diluar dugaan. Lalu saat orasi saya merasa harus lebih berupaya untuk menajamkan retrorika agar didengar oleh pemangku kepentingan agar usahanya sama dengan apa yang teman saya usahakan terkait border agar teman temannya aman” Ungkap Adella selaku orator pada orasi ini. {HSIK}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

|

Kontak

Pengunjung

Flag Counter

Hubungi Kami

©2022 Sistem Informasi Kelautan UPI
All Right Reserved.